Tampilkan postingan dengan label Pro-Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pro-Tips. Tampilkan semua postingan
Pernah gak sih lo nginget2 cinta pertama jaman sekolah dulu? oke gue perjelas, maksud gue temen lawan jenis yg lo jadiin sosok idola/pujaan hati. Masa2 labil menjelang pubertas biasanya jaman SD-SMP pasti ada satu cewek yg lo suka tapi gak berani ngungkapinnya, atau lo berani ngungkapin tapi muka lo pas pas an kayak ubin kostan, eh salah maksud gue lo udah ngungkapin tapi ditolak dgn alasan "Kita temenan aja". Di SMA sampe bangku perkuliahan pun begitu, bahkan ada yg berlanjut sampe ke dunia kerja, hhe surem amat hidup lo. Sebenernya sih efeknya sama aja. tapi seiring bertambahnya usia, damage dan fatality yg ditimbulkan biasanya lebih berasa dan kejam, ibarat lo maen street fighter, baru juga mulai udah kena combo hadouken, nikmat bukan :)
Dalam hubungan pertemanan dengan lawan jenis, apalagi disertai dengan pertemuan yg intens, seringkali lo tertarik sama satu temen yang menurut lo mempesona (eh yg bener mempesona apa memesona sih. Yang jelas bukan mempecoba, kenapa? buat anak kok coba-coba). Tapi setelah lo banyak menginvestasikan waktu dan tenaga (baca: berqurban) demi mendapatkan perhatiannya, eh dia malah nganggep lo sebagai temen doang. Sesak gak dada lu bro? Ye kan! (lah baju situ yg kesempitan kali, atau lingkar perut yg melebar)
Sebenarnya kalo lo rela di-friendzone sama si dia, ya gak salah juga sih, namanya juga cinta. Tapi mau sampai kapan? sampai berjumpa lagi~
Disini gue coba menganalogikan cewek idola dengan musisi favorit lo. Kenapa? Semua orang punya idolanya masing-masing. Entah itu dari dalam negeri, luar negeri, keluarga ataupun kerabat terdekat. Gak ada yang salah dengan mengidolakan seseorang, karna itu bisa untuk motivasi biar bisa kayak dia ataupun lebih dari dia. Ya namanya juga idola, ketemu juga jarang, ngechat gak pernah. udah ada yang baru kali :). Apalagi kalo idola lo dari luar negeri, harus bertahun-tahun nunggu idola dateng ke indonesia, sekalinya dateng, harga tiketnya udah bisa beli indomie buat stock seumur hidup, gorengan 20gerobak bonus kebon cabenya, ke toilet umum bikin member. Gak ikutan nonton aja kita udah seneng dia dateng, apalagi dateng? Ya pasti dateng. Kalo gak dateng ya berarti gak dateng kalo dateng ya dateng. Ketika ngeliat idola secara langsung, beberapa orang mengekspresikannya dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang teriak-teriak, ada yang nangis, ada yang minta balikan, atau sekedar ngerekam momen yang jarang terjadi. Tapi ada aja orang yang berpendapat kalo hal itu lebay lah, berlebihan lah, over lah. (lah sama aja itu mah huhuhu) Menurut gue sih gak juga, ya namanya juga ketemu idola ya orang bebas berekspesdresresi. Ambil contoh aja, abis itu balikin ya contohnya, soalnya cuma satu contohnya. Jadi misalnya gue mengidolakan Tuhan, trus gue ketemu Tuhan. Gue nangis? Ya enggak lah, pasti orangtua dan keluarga gue yang nangis huhuhuhuhuhu.
Umumnya, orang yang rentan di-friendzone adalah mereka yang dianggap “cowok/cewek manis”. Bukan manis mukanya ya, emangnya muka lo donat? Maksudnya cowok/cewek manis di sini adalah lo selalu memperlakukan si dia begitu baik. Lo selalu berusaha membuat dia merasa nyaman, seperti kata gue diatas, lo mengekspresikannya secara berlebihan. Sebenernya sah sah sah sah sah saja kalo lo mengekspresikannya dengan kadar yg cukup/wajar, kecuali kalo lo ngelakuin hal-hal gila demi idola, kayak bunuh orangtua, bakar rumah, ataupun nerobos lampu merah. Itu udah kelewat batas dan gak ada hubungannya juga.
Solusinya adalah berhentilah terus-terusan berusaha selalu ada untuknya. Jadilah orang yang misterius dan susah ditebak, contohnya begal. karena orang cenderung lebih mudah menyukai orang yang membuat mereka penasaran. Gak usah terlalu takut membuat mereka gak nyaman atau kecewa, karena perasaan lo sama pentingnya. Carilah kesibukan yang gak melibatkan si dia.
Kalau daritadi gue ceritain tentang yang udah (hampir) pacaran tapi kandas hanya gara2 kata "kita temenan aja", penyebabnya karena lo yg terlalu baik atau ekspresif. Ada juga nih, penyebab kandas lainnya ya karena emang gak ada hal yg menarik dari lo. waduh. kalo itu sih kronis bosque. medis mana medis? Hhe. Jadi kondisi dimana lo merasa kalau nggak dihargai cintanya karena udah mengeluarkan beberapa waktu / tenaga / biaya untuk PDKT dengan si dia. Lalu, si dia yang memang nggak suka (menolak) mulai menilai fisik lo dan dibanding-bandingkan dengan selera dia. Jadi, lo di-friendzone mungkin karena dia gak menemukan figur yang membuatnya tertarik pada diri lo.
"Apa cuma buat yang (hampir) pacaran, bagaimana yang jom...""STOP! JANGAN DILANJUTKAN!""Oh...oke~"
Buat yang jomblo permanen, yg bahkan gak pernah ngerasain di-friendzone-in, bersyukur lah, sebenarnya juga ada hikmahnya. apa ya? Hhe, ya buat bahan evaluasi dan pembelajaran aja bosque (emangnya UN) kenapa sampe sekarang belum ada yg ngelirik.
Oke, ini memang seperti kata2 motivator . Mungkin dengan postingan gue yang ini, panitia 17an bakal tertarik untuk menominasisasinasikannya sebagai nobel perdamaian. Amin! (apaan).
Terakhir, Pesen gue buat para korban friendzone: ikhlas kan lah. Gak suka boleh, benci jangan. Kecuali kalo lo bisa ngomong huruf R dalem hati. Cobain deh, kalo bisa, lo boleh maki-maki semua orang.
Dah ah, mending gue bahas ini aja apa ya, kenapa garpu somay dipatahin tengahnya? Karna kayak kita gitu, berdekatan namun ada jarak di antaranya :( :( :( :(
"Sejak Dulu Beginilah Friendzone, Deritanya Tiada Akhir"
Tapi terkadang
- Cara yang pertama adalah dengan memegang sedotan sambil menutup lubang
sedotan bagian atas yang tidak tajam. Kemudian tusukkan sedotan dengan
kecepatan tinggi ke label penutup aqua gelas.
- Cara kedua yaitu dengan
memegang sedotan pada bagian bawah dekat dengan ujung yang tajam. Lalu
kemudian tusukkan dengan kecepatan tinggi ke label penutup aqua gelas.
- Cara yang ketiga atau yang terakhir adalah dengan menusukkan label penutup aqua gelas dengan benda tajam dan kuat untuk merobek dan membuka paksa label seperti dengan ujung ballpoint (pulpen), ujung kunci, jarum, dan lain sebagainya. Namun pastikan benda-benda tersebut bersih dan higienis sebelum ditusukkan.
Cukup ya tadi basa-basi untuk pembukaannya, sekarang gue mau bahas masalah yg lebih fundamental dan kompleks, kenapa? ya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. penasaran ya? ngga.
Guru ngaji gue pernah bilang "Gak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia". Ya, betul. Gue percaya itu, dan mulai dari situ gue sering banget merhatiin hal-hal kecil yang dianggap orang itu gak penting.
Contoh yang akan gue ambil sederhana aja, yaitu fungsi lain plastik lebih pada tutup kemasan aqua gelas. Siapa yang peduli coba sama plastik lebihnya? Bahkan, banyak yang beranggapan kalo itu semua salah
Mari kita teliti lebih dalam. Apakah kalian pernah pergi ke kondangan? Apa kalian pernah beli aqua kemasan gelas di pinggir jalan? Atau kalian pernah kondangan di pinggir jalan sambil beli aqua kemasan gelas?
Pasti pernah ya.
Nah, plastik pada kemasan aqua gelas ini sangat berguna pada saat kita kondangan (Ini
khusus kondangan di gang rumah atau perkampungan ya, kalo di gedung mah
apaan makan sambil berdiri, gak sopan, tidak sesuai dengan ajaran agama
dan kode etik saat makan). Pada saat kalian mengambil makan di meja prasmanan, pasti ada SPG ibu-ibu
yang minum dalam bentuk kemasan aqua gelas, dan dia meletetakan
sedotannya di mana? Di atas kemasan gelasnya kan? Tentu saja itu sangat
tidak membantu dan sangat merepotkan. Apalagi saat kita menaruh aqua
gelasnya dibangku, kena angin dikit, sedotannya langsung terbang, jatuh
ke tanah, kotor dan kemudian terinfeksi oleh debu-debu yang jika
digunakan akan berdampak tidak baik bagi kesehatan manusia. Oleh sebab
itu, fungsi plastik lebih ini lah yang berguna untuk sedotan agar tidak
terkena angin jahat.
Gimana? Masih bingung kan? Kalo gitu sama
Baiklah, tanpa panjang lebar karna yang panjang belom tentu lebar dan
yang cantik belom tentu setia, gue akan memberikan sedikit tutorial
mengenai cara meletakan sedotan pada plastik lebih di tutup aqua gelas.
Tolong perhatiin baik-baik, gue males ngetiknya kalo diulang. Emang lu
kira enak kalo ngetik diulang-ulang? Emang lu kira enak kalo ngetik
diulang-ulang? Emang lu kira enak kalo ngetik diulang-ulang? Emang lu
kira enak kalo ngetik diulang-ul.. yak langsung aja nih:
- Langka pertama, ambil kemasan aqua gelas pada meja prasmanan yang free atau
kalo lagi gak ada kondangan, bisa beli di warung depan deket belokan.
Buat ekspersesiemsesmen aja, biar lu juga gak penasaran sama saran gua
ini.
- Langkah kedua, minta sedotannya yang masih dalam plastik dan masih
disegel. Kemudian buka plastik sedotannya, kalo gak bisa dobrak aja.
-
Langkah ketiga, kemudian pegang erat-erat sedotannya dan terus coblos sedotan itu ke air mineral gelasnya (eh kok coblos sih? ditusuk aja kali ya biar keluarga bohong alias familiar apaan sih anjir woy kok miring gini tulisannya). Oia, ngebolonginnya jangan gede-gede ya, ntar lo disangka mau bikin sumur.
- Langkah terakhir, coba goyang-goyangin aqua gelasnya. Jatoh gak? Cukup digoyang-goyang aja ya gak usah disawer. Gimana? Worth it banget kan saran gue?
Jadi gak ada lagi tuh sedotan jatoh ngegelinding atau ketiup angin berkat tulisan gue ini.
Kesiumpulannya:
Pesan dari gue, mulai dari sekarang, cobalah untuk tidak menyepelakan suatu hal yang menurut orang lain tidak berguna, padahal mah emang gak ada gunanya.



